Sabtu, 09 Juli 2011


PENDAHULUAN

Seiring dengan perjalanan waktu dan zaman yang semakin maju akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mulai berfikir untuk merancang berbagai media belajar yang lebih modern sebagai alat penyampai pesan-pesan dari berbagai sumber belajar tersebut. Dengan berbekal kreativitas, guru dapat membuat dan menyediakan sumber belajar yang sederhana dan murah.
Maka dari itulah para guru harus memiliki kreativitas dalam menggunakan alat bantu mengajar seorang guru (teaching aids). Misalnya gambar, model, objek, dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkret, motivasi belajar serta mempertinggi daya serap belajar siswa.
Banyaknya sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran, guru dituntut adanya pemikiran untuk mengembangkan sumber belajar apa yang efektif dalam menyampaikan pesan kepada peserta didik. Karena sehebat dan secanggih apa pun media belajar yang digunakan, tidak akan berhasil bila seorang guru tidak memiliki kreatifitas dalam            menggunakannya.
Para pakar teknologi pendidikan mengungkapkan bahwa kepiawaian guru menggunakan metode mengajar yang tepat serta didukung oleh kompetensi guru memanfaatkan media pengajaran yang pas ikut memberi kontribusi meningkatkan efektifitas mengajar para guru dan juga berguna bagi siswa . Menurut mereka ada sejumlah manfaat yang dipetik dari penggunaan media pengajaran antar lain; Pertama, membantu kemudahan mengajar bagi guru. Kedua, melalui alat bantu pengajar menjelaskan konsep / tema pelajaran yang abstrak dapat diwujudkan dalam bentuk kongkrit (melalui contoh,model ) .Ketiga , jalannya pelajaran tidak membosankan atau tidak monoton .Keempat , segala indra dapat diaktifkan dan turut berdialog / berproses. Kelima, kelemahan satu indra misalnya mata atau pendengaran dapat diimbangi oleh indara lainya. Keenam , lebih menarik minat dan kesenangan siswa serta memberikan variasi cara belajar siswa serta Ketujuh , membantu mendekatkan dunia teori dengan realita yang sesunguhnya.
Masih ada paedah lainnya , yang bisa diperoleh para siswa saat mengikuti pelajaran dari guru yang melaksanakan tugasnya dengan memakai media pengajaran sesuai metoda yang diajarkan guru yakni materi palajaran dapat dikuasai lebih banyak serta bisa diingat lebih lama
.

Makalah yang kami sajikan ini bertujuan mengkaji sumber belajar yang pada dekade ini mengalami kemajuan yang begitu pesat, akibat dari dipengaruhi teori komunikasi, sehingga selain sebagai alat bantu, media juga berfungsi sebagai penyalur pesan serta informasi belajar. Sejak saat itu, alat audio visual bukan hanya dipandang sebagai alat bantu guru saja, melainkan sebagai alat penyalur pesan atau media. Setidaknya penggunaan media audio visual ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas menjadi lebih bergairah, terjadinya interaksi, tidak membosankan dan menyenangkan.
Selain itu, untuk mengefektifkan dan mengefisienkan proses belajar serta meningkatkan produktifitas pembelajaran yang lebih berhasil dengan jalan :
1.      Pemilihan Media Pembelajaran, karena bukan sekedar kesenangan dan menarik semata. Tetapi harus didasarkan pada hasil analisis yang tajam terhadap berbagai faktor seperti tujuan, peserta didik, metode pembelajaran, dan kemampuan teknologi yang ada.
2.      Media pembelajaran yang digunakan hendaknya tepat sasaran dan sesuai dengan keperluan, sehingga memungkinkan terjadinya interaksi yang baik antara peserta didik dan media yang digunakan.
3.      Guru harus memiliki kreatifitas dalam menggunakan alat bantu ini, karena akan tidak efektif bila seorang guru hanya memfokuskan proses pembelajaran pada alat bantu tertentu.


KAJIAN TEORI
            Kata media berasal dari kata latin yang merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai peranan cukup penting. Media dapat dijadikan perantara untuk menggantikan kata-kata. Bahkan bahan yang abstrak menjadi kongkrit. Hal ini sesuai dengan pengertian media yang diungkapkan Djamarah yaitu alat Bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. (Syaiful, 2002) dalam proses belajar mengajar menurut Hamalik (1989) mengandung manfaat antara lain :
1.      Multimedia dapat membantu siswa mempelajari bahan pelajaran yang luas, yang memuat berbagai konsep, fakta, prinsip, sikap keterampilan, disamping banyak macam ragamnya juga sangat bervariasi, sehingga memerlukan berbagai media untuk menyampaikannya.
2.      Multimedia dapat menumbuhkan motivasi belajar, sikap dan cara berfikir yang lebih efektif serta menumbuhkan persepsi yang lebih tinggi terhadap hal yang dipelajari.
3.      Multimedia membantu siswa dan guru dalam proses intruksional suatu bidang studi, yang didukung secara multidisipliner, masing-masing disiplin itu mengandung banyak bahan yang harus dipelajari.
4.      Multimedia turut meningkatkan kepuasan dan keberhasilan sesuai dengan keinginan masing-masing guru. Guru yang baik ingin agar para siswanya merasa puas dan berhasil, dan dianggap multimedia dapat memenuhi hal itu.
5.      Multimedia membantu siswa yang umumnya berkecenderungan mempelajari banyak hal dan sekaligus mendalaminya. Belajar “banyak” dan “mendalam” merupakan ciri belajar berhasil.
6.      Multimedia membantu siswa dan guru dalam proses intruksional untuk memenuhi tuntutan kurikulum, yang senantiasa berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi dan dinamika masyarakat.

            Dalam memilih dan menentukan media yang akan digunakan, yang perlu diingat adalah pada dasarnya tidak ada satu media yang paling baik digunakan untuk semua tujuan belajar. Banyak faktor yang menentukan pemilihan media agar dapat memenuhi kebutuhan. Menurut Hamalik pemilihan media yang akan digunakan dalam pembelajaran harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.      Faktor manusiawi karena media tersebut adalah dari manusia dan untuk manusia dalam rangka pendidikan manusiawi.
2.      Faktor komunikasi yang efektif, yakni apakah media yang dipilih bakal meningkatkan komunikasi antar siswa dan guru sehingga kegiatan dan keberhasilan belajar secara optimal.
3.      Faktor biaya yang bertalian dengan masalah pengadaan dan pengoprasionalan media dalam proses belajar mengajar.
4.      Faktor-faktor hambatan praktis, yakni apakah media tersebut akan menemui hambatan-hambatan dalam penggunaannya dalam proses intrusional.
Kegiatan belajar bisa saja terjadi walaupun tidak ada kegiatan mengajar. Begitu pula sebaliknya, kegiatan mengajar tidak selalu dapat menghasilkan kegiatan belajar. Ketika Anda menjelaskan pelajaran di depan kelas misalnya, memang terjadi kegiatan belajar mengajar. Tetapi, dalam kegiatan itu tak ada jaminan telah terjadi kegiatan belajar pada setiap siswa yang Anda ajar. Kegiatan mengajar dikatakan berhasil hanya apabila dapat mengakibatkan atau menghasilkan kegiatan belajar pada diri siswa. Jadi, sebenarnya hakekat guru mengajar adalah usaha guru untuk membuat siswa belajar. Dengan kata lain, mengajar merupakan upaya menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar.
Peran yang seharusnya dilakukan guru adalah mengusahkan agar setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dengan berbagai sumber belajar yang ada. Guru hanya merupakan salah satu (bukan satu-satunya) sumber belajar bagi siswa. Selain guru, masih banyak lagi sumber-sumber belajar yang lain.
Jenis sumber belajar yang kedua adalah sumber belajar yang sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan (learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak secara khusus dirancang untuk keperluan pembelajaran, namun dapat ditemukan, dipilih dan dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran. Contohnya: pejabat pemerintah, tenaga ahli, pemuka agama, olahragawan, kebun binatang, waduk, museum, film, sawah, terminal, surat kabar, siaran televisi, dan lain-lain.


PEMBAHASAN
Sumber belajar sendiri bertujuan untuk menciptakan kondisi terjadi proses kegiatan belajar. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya bisa berhasil jika si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guruyang sedang mengajar. Ada satu syarat mutlak yang harus dipenuhi agar terjadi kegiatan belajar. Syarat itu adalah adanya interaksi antara pembelajar (learner) dengan sumber belajar. Jadi, belajar hanya terjadi bila terjadi interaksi antara pembelajar dengan sumber belajar. Tanpa terpenuhi syarat itu, mustahil kegiatan belajar akan terjadi. Peran yang seharusnya dilakukan guru adalah mengusahakan agar setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dengan berbagai sumber belajar yang ada.
Sumber belajar yang begitu banyak akan efektif dan efisien bila digunakan media yang tepat yang didasarkan pada tujuan, metode dan peserta didik. Karena tidak semua pelajar menggunakan media yang sama, disinilah seorang guru harus dapat memilih media yang tepat. Adapun manfaat dari media diantaranya:
-         Dengan media pembelajaran yang bervariasi dapat memperluas cakrawala sajian materi pembelajaran yang diberikan seperti buku, foto, dan nara sumber.
-         Dengan berbagai jenis media, peserta didik akan memperoleh baragam selama proses belajar.
-         Media pembelajaran dapat memberikan informasi yang akurat dan terbaru.
-         Media pembelajaran dapat merangsang peserta didik untuk berfikir kritis, dalam menggunakan imajinasinya.

Jenis media dapat dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu :
·        Media visual, yaitu media yang digunakan hanya mengandalkan indera penglihatan semata-mata dari peserta didik. Beberapa media visual ini antara lain : media cetak, modul, jurnal, peta, gambar dan poster.
·        Media audio, adalah jenis media yang digunakan dalam proses pembelajaran hanya melibatkan indera pendengaran peserta didik.
·        Penglihatan sekaligus dalam satu proses atau kegiatan. Contoh: media audio visual adalah, film, video, program TV dan lain-lain.
·        Multimedia, yaitu media yang melibatkan beberapa jenis media dan peralatan secara terintegrasi dalam suatu proses atau kegiatan pembelajaran. Beberapa contoh media multimedia adalah, presentasi powerpoint berupa teks, gambar bersuara, video conference.

Setiap media memiliki karakteristik masing-masing dan menampilkan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses belajar peserta didik, agar peran sumber dan media belajar tersebut menunjukkan pada suatu jenis media tertentu, maka media-media belajar itu perlu diklasifikasikan menurut suatu metode tertentu sesuai dengan sifat media dalam menentukan media yang cocok untuk pembelajaran atau topik pembelajaran tertentu.


Berdasarkan ciri dan bentuk fisiknya, media pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam empat macam, yaitu :
1.      Media pembelajaran dua dimensi (2D) yaitu media yang tampilan dapat diamati dari arah satu pandang saja, misalnya foto, grafik, peta, gambar, bagan, papan tulis dan lain-lain.
2.      Media pembelajaran tiga dimensi (3D), yaitu media yang tampilannya dapat diamati dari arah pandang mana saja dan mempunyai dimensi panjang, lebar dan/tebal. Misalnya: prototype, bola, kotak, meja, kursi, mobil, rumah, gunung, dan alam sekitarnya.
3.        Media pandang diam (still picture), yaitu media yang menggunakan media proyeksi yang hanya menampilkan gambar diam. Misalnya foto, tulisan, gambar.
4.        Media pandang gerak (monitor picture) yaitu media yang menggunakan media proyeksi.
Berdasarkan unsur pokok atau indera yang dirangsang, media pembelajaran diklasifikasikan menjadi tiga macam, yakni media visual, media audio dan media audio-visual.
Pada saat ini, ketersediaan media pembelajaran di berbagai sekolah kurang dan belum merata. Ada sekolah yang mampu menyediakan beragam media pembelajaran dalam jumlah yang relative banyak, ada juga yang masih belum memiliki ragam dan jumlah media pembelajaran yang diperlukan. Hal ini menyebabkan ragam dan jumlah media yang digunakan beragam. Sementara itu, media sederhana yang tetap banyak dimanfaatkan adalah
Pengembangan media pembelajaran sangat penting artinya untuk mengatasi kekurangan dan keterbatasan persediaan media yang ada. Di samping itu, media yang dikembangkan sendiri oleh guru/pendidik dapat menghindari ketidak-tepatan (mismatch) karena dirancang sesuai  kebutuhan, potensi sumber daya dan kondisi lingkungan masing-masing. Lebih  dari itu, juga dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan inovasi para pendidik sehingga dihasilkan propesionalitas pendidik. Dalam pengembangan media pembelajaran kita harus mengetahui prinsip-prinsip dasar agar tidak terjadi keracunan atau membuat pendidik dan para pengajar menjadi kebingungan.
Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorphosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan media cetak, menjadi penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk menyerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas. Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula.
Bahan dan alat yang kita kenal sebagai software dan hardware tak lain adalah media pendidikan. Kita harus mengetahui dahulu konsep abstrak dan konkrit dalam pembelajaran, karena proses belajar mengajar hakekatnya adalah proses komunkasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi atau ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata dan tulisan) maupun non-verbal, proses ini dinamakan encoding. Penafsiran simbol-simbol komunikasi tersebut oleh siswa dinamakan decoding.
Secara umum media mempunyai kegunaan :
1.      memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis;
2.      mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra;
3.      menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar;
4.      memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya;
5.      memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.

Kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton, 1985:
1.      penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar;
2.      pembelajaran dapat lebih menarik;
3.      pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar;
4.      waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek;
5.      kualitas pembelajaran dapat diperpendek;
6.      proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan;
7.      sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan;
8.      peran guru berubah ke arah yang positif.

Kelompok Media
1.      Audio : pita audio (rol atau kaset), piringan audio, radio (rekaman siaran)
2.      Cetak : buku teks terprogram, buku pegangan/manual, buku tugas
3.      Audio-Cetak: buku latihan dilengkapi kaset, gambar/poster (dilengkapi audio)
4.      Proyek Visual Diam :  film bingkai (slide), film rangkai (berisi pesan verbal)
5.      Visual Gerak : film bisu dengan judul (caption)
6.      Benda: benda nyata, model tirual (mock up)
7.      Computer: media berbasis computer, CAI (computer assisted instructional) dan CMI (computer managed instructiona)
Klasifikasi Jenis Media
Media yang tidak diproyeksikan realia, model, bahan grafis, display
Media yang diproyeksikan OHT, Slide, Opaque
Media audio audio kaset, audio vision, aktive audio vision
Media video video
Media berbasis komputer assisted instructional (pembelajaran berbasis komputer)
Multimedia kit perangkat praktikum


KESIMPULAN
Dari pembahasan yang telah diuraikan tentang sumber belajar, maka dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.      Sebagai seorang pendidik, dituntut kreatif, dalam menciptakan sumber belajar bagi siswanya.
2.      Sumber belajar tidak perlu mahal, yang diutamakan menarik, mudah dimengerti dan memiliki pesan yang berkesan bagi si penerimaannya.
3.      Media cetak, elektronik, perpustakaan, keluarga dan lingkungan dapat menjadi sumber belajar bagi kita.